Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #763

    siti
    Participant

    Surabaya,- Kementerian Pertanian (Kementan) kembali melepas ekspor bawang merah ke Thailand dan Singapura sebanyak 9 kontainer (247,5 ton) dengan nilai mencapai USD 436.500 atau setara dengan Rp 4,7 Milyar di Surabaya, Senin (28/8/2018). Pelepasan ekspor ini dilakukan Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Spudnik Sujono.

    Pada kegiatan ini, Spudnik didampingi Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Antar Negara, Baran Wirawan, Kepala Satgas Pangan Jawa Timur Kombes.Pol, Widodo, pejabat lingkup Kemenko Perekonomian dan Kemendag. Turut hadir, beberapa pejabat Dinas Pertanian di Provinsi Jawa Timur serta pimpinan dari dua eksportir yakni PT Aman Buana Putera dan CV Bawang Mas 99. Bahkan, turut dihadiri petani bawang merah dari Bima, Probolinggo, Nganjuk dan Batu.

    Dirjen Hortikultura, Kementan, Spudnik Sujono mengatakan ekspor bawang merah dari Surabaya ini membuktikan bahwa Kementan tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, akan tetapi tepatnya mewujudkan kedaulatan bawang merah. Tercatat, sejak tahun 2016 hingga saat ini, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor bawang merah, akan tetapi terus mencatatkan diri sebagai pengekspor bawang merah.

    “Kita patut bersyukur dan berbangga hati, bahwa saat ini Indonesia tidak hanya telah mewujudkan swasembada bawang merah, tapi telah mampu mencapai kedaulatan bawang merah. Hari ini kita lepas ekspor yang kedua selama bulan Agustus tahun ini dari Surabaya ke Thailand dan Singapura,” kata Spudnik di lokasi pelepasan ekspor.

    Berdasarkan data BPS, pada tahun 2014 Indonesia masih mengimpor bawang merah untuk konsumsi dan benih sebesar 74.903 ton. Kemudian di tahun 2015 total impor sebesar 17.429 ton, namun di tahun 2016 tidak ada impor (NOL) untuk bawang merah Konsumsi, dan bahkan tetap mampu mengekspor sebesar 735 ton.

    “Ini pencapaian yang luar biasa dari kinerja kita bersama di bawah komando Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Prestasi ini tentunya harus kita pertahankan dan tingkatkan di masa-masa mendatang. Tidak ada lagi kata impor, tapi kita terus ekspor,” ujarnya.

    Tentang hal ini, Spudnik optimis pada tahun 2017 ini dan tahun yang akan datang, volume ekspor bawang merah dapat bertambah dan pasar ke luar negeri dapat diperluas. Pasalnya tegas Spudnik, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pengembangan bawang merah yang saat ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

    “Sentra produksi yang semula terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa, saat ini sudah mulai menyebar ke berbagai daerah seperti Bima, Solok, Enrekang, Bantaeng, Tapin, Maluku Tengah dan masih banyak lagi daerah lainnya,” ungkap Spudnik.

    sumber: pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=2186

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.