Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #723

    yuda
    Participant

    Kementerian Pertanian mendorong petani bawang merah beralih ke penggunaan benih biji dengan teknologi true shallot seed. Sehingga, tidak lagi melalui cara konvensional dengan menggunakan umbi bawang merah sebagai bibit.

    “Kami akan mendorong petani untuk menggunakan benih biji dengan teknologi true shallot seed,” kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto, usai membuka Seminar Budidaya Bawang Merah di kompleks PT East West Seed Indonesia, Kabupaten Purwakarta, Jabar, Kamis (14/11/2019).

    Ia mengatakan, para petani yang menanam bawang merah perlu menggunakan teknologi true shallot seed. Karena cara itu cukup efisien dan bisa menguntungkan petani.

    Dengan menggunakan benih biji melalui teknologi true shallot seed petani bawang merah akan meraih banyak keuntungan. Dibandingkan dengan cara konvensional menggunakan bibit umbi bawang merah.

    Dirjen Hortikultura ini menyontohkan, untuk harga benih biji tersebut lebih murah dibandingkan dengan cara konvensional menggunakan bibit umbi.

    Menurut dia, produktivitasnya juga cukup tinggi. Di beberapa daerah yang sudah menggunakan benih biji itu mampu memanen bawang merah hingga 18-20 ton per hektare. Sedangkan saat menggunakan bibit umbi, yang dipanen biasanya hanya 10-12 ton per hektare.

    “Jadi kami akan mendorong agar teknik atau inovasi true shallot seed ini dilaksanakan oleh petani bawang merah,” katanya.

    Sementara itu, Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede menyampaikan penggunaan true shallot seed dalam menanam bawang merah itu akan menciptakan pertanian yang efektif.

     

    smber: rilis.id/kementan-dorong-petani-bawang-merah-gunakan-teknologi-true-shallot-seed

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.