Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #762

    siti
    Participant

    Pemerintah semakin gencar mewacanakan pembatasan impor bawang putih. Pada 2021 rencananya Indonesia bakal swasembada bawang putih.

    Sebelumnya, pembatasan impor itu akan dimulai melalui hasil penanaman bibit dari hasil Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Kementerian Pertanian meminta importir yang ingin mengajukan impor bawang putih harus melakukan penanaman sedikitnya 5% dari total kuota yang diajukan.

    “Syarat RIPH itu harus melakukan penanaman 5% dari total kuota yang diajukan dibagi 6 ton. Jadi kalau kita mau mengajukan 10 ribu ton impor, itu sekitar 83 hektar harus kita tanam. Harus sampai tuntas,” kata Sekretaris Tim Pelaksana MoU Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Iman Khairuman saat ditemui di kawasan Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (29/5)

    Iman menjelaskan, untuk pengembangan bibit bawang putih sendiri sudah diatur oleh Kementerian Pertanian. Contohnya terkait pembayaran sarana produksi ke petani Rp15 juta per hektar dan pemakaian bibit 500 kg per hektar dengan estimasi harga Rp75-80 ribu per kg.

    “Total minimum itu mencapai Rp65 juta per hektar,” terang Iman.

    Iman menyebut harga yang dikeluarkan itu cukup merugikan. Maka menurutnya perlu ada kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pihak, terutama swasta. Ini untuk mengembangkan serta mengatur mekanisme, pola pupuk hingga sistem pertaniannya. Petani sendiri, lanjutnya, ‘takut’ untuk membudidayakan bawang putih jika tak didampingi pengusaha.

    “Kalau petani tak didampingi pengusaha, itu jarang yang mau melakukan budidaya bawang putih. Cost dan penjualan (tinggi), rugi,” papar Iman.

     

    sumber: gatra.com/detail/news/419312/ekonomi/harga-bibit-mahal-petani-takut-budidaya-bawang-putih

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.