Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #726

    yuda
    Participant

    Menjelang berakhir musim kemarau bulan ini, para petani di lahan dataran tinggi atau berlereng biasanya giat mempersiapkan diri untuk menanam jelang musim penghujan. Salah satu komoditas yang banyak dikembangkan di dataran tinggi adalah bawang putih. Terlebih sejak akhir 2017 hingga kini, Kementerian Pertanian gencar menggiatkan penanaman bawang putih. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Kementerian Pertanian menghimbau kepada para petani, pelaku usaha dan petugas dinas agar sebelum menanam bawang putih, benar-benar diperhatikan aspek pemilihan benih dan tatacara budidayanya.

    Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengingatkan petani, pelaku usaha dan petugas dinas pertanian di seluruh sentra produksi agar tetap waspada dan teliti sebelum menanam benih bawang putih.

    “Perhatikan betul dua hal, pemilihan benih dan cara budidaya. Ini penting karena keduanya sangat menentukan berhasil tidaknya usahatani bawang putih,” ujar Anton, sapaan akrab Prihasto. “Tentang benih, pegang dan terapkan prinsip LADORFISIO yaitu Label benih harus benar, umur benih sudah pecah Dormansi, Fisik benih sesuai varietas lokal, benih bukan berbentuk Siung pipilan, serta pastikan bukan benih Oplosan,” ungkap Anton.

    Soal ukuran umbi benih yang kecil-kecil, kata Anton, bukan berarti tidak berkualitas. Selama LADORFISIO nya berjalan dengan baik, benih yang umbi atau siungnya kecil-kecil tersebut masih bisa ditanam dan menghasilkan umbi yang besar. Tapi tentu ada syaratnya. Anton yang juga dikenal sebagai peneliti ini memberi tips menghasilkan umbi yang berukuran besar.

    “Lakukan kunci kedua, yaitu teknik budidaya tanaman putih yang baik dan benar. Caranya? coba simak tips-tips berikut. Pertama, upayakan ketinggian lahan berada diatas 800 mdpl. Buat bedengan-bedengan, apabila diperlukan bedengan terssbut bisa ditutup mulsa. Kedua, atur jarak tanam 15 cm x 15 cm atau 10 cm x 15 cm. Ketiga, tanam benih per 1 lubang cukup 1 siung dengan kedalaman 5 cm sd 7 cm” paparnya.

    Lebih bagus lagi dipilih siung yang berukuran besar dari umbi-umbi yang berukuran kecil tadi. Makin besar siung, hasilnya akan lebih bagus. Keempat, lakukan pemupukan yang cukup, setidaknya gunakan pupuk NPK 200-400 kg/ha dan pupuk ZA 100-200 kg/ha yang aplikasinya dipecah menjadi 3 kali pemberian yaitu pada saat tanaman usia 25 sampai 30 hari setelah tumbuh, 50 sampai 60 hari setelah tumbuh, dan 70 sampai 80 hari setelah tumbuh. Jangan lupa disiram dengan air yang cukup saat pemupukan,” jelas Anton.

     

    sumber: jawapos.com/ekonomi/27/09/2019/berbagi-tips-sukses-tanam-bawang-putih/

    #727

    siti
    Participant

    tips yang bagus

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)

You must be logged in to reply to this topic.